Membuat Jaringan Peer to Peer dan Test Koneksi

,
Yang pertama kita siapkan bahan yang di butuhkan seperti:
  1. Kabel UTP
  2. Connector RJ45
  3. Tang Crimping
  4. Lan Tester

Kupas kulit kedua ujung kabel ± 3cm
Lalu luruskan dan susun kabel sesuai dengan urutannya yaitu
Putih Oren – Oren – Putih Hijau – Biru – Putih Biru – Hijau – Putih Coklat – Coklat (Straight)
Bila kabel sudah tersusun dengan benar potong ujun kabel agar rata.
Lalu masukan Connector RJ 45 (pastikan kembali sususan kabel telah benar).
Lalu crimping connector menggunakan tang crimping (dan pastikan kulit kabel ikut terjepit pada Connector RJ45 agar lebih kuat)
Lalu pada ujung kabel lainnya menggunakan susuan Cross (karena saya akan membuat kabel Cross)
Putih Hijau – Hijau – Putih Oren – Biru – Putih Biru – Oren – Putih Coklat – Coklat (Cross)
Setelah kedua ujung sudah ter-crimping, kita tes menggunakan lan tester
Dan pastikan lampu indikator menunjukan nomer yang benar yaitu
Master                 Remote
1                              3
2                              6
3                              1
4                              4
5                              5
6                              2
7                              7
8                              8










Setelah itu kita coba pasang ke komputer/laptop
Lalu kita beri IP pada komputer 192.168.1.1/255.255.255.0 dan pada komputer satu lagi 192.168.1.3/255.255.255.0
Bila indikator sudah Connected lalu kita coba ping,
Buka CMD lalu ketik Ping 192.168.1.3
Bila di ping sudah replay menandakan kedua komputer sudah terhubung.
Lalu kita mencoba untuk file sharing:
Klik Start>run>\\ketik ip yang ingin kita tuju.

File Sharing:


Test Koneksi:

Read more →

PARADIGMA

,
Paradigma adalah disiplin intelektual adalah cara pandang orang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif). Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual.

 Kata paradigma sendiri berasal dari abad pertengahan di Inggris yang merupakan kata serapan dari bahasa Latin pada tahun 1483 yaitu paradigma yang berarti suatu model atau pola; bahasa Yunani paradeigma (para+deiknunai) yang berarti untuk "membandingkan", "bersebelahan" (para) dan memperlihatkan (deik).

  Unsur-unsur Paradigma
Berikut merupakan unsur-unsur dari Paradigma;

1.      Asumsi/Anggapan Dasar
Asumsi merupakan sebuah anggapan, dugaan, pikiran yang dianggap benar untuk sementara sebelum ada kepastian. Ilmu menganggap bahwa objek-objek empiris yang menjadi bidang penelaahannya mempunyai sifat keragaman, memperlihatkan sifat berulang dan semuanya jalin-menjalin secara teratur. Sesuatu peristiwa tidaklah terjadi secara kebetulan namun tiap peristiwa mempunyai pola tetap yang teratur. Bahwa hujan diawali dengan awan tebal dan langit mendung, hal ini bukanlah merupakan suatu kebetulan tetapi memang polanya sudah demikian. Kejadian ini akan berulang dengan pola yang sama. Alam merupakan suatu sistem yang teratur yang tunduk kepada hukum-hukum tertentu.

2.      Nilai
Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna
bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna
bagi kehidupan manusia. Adanya dua macam nilai tersebut sejalan dengan penegasan pancasila sebagai ideologi terbuka. Perumusan pancasila sebagai dalam pembukaan UUD 1945. Alinea 4 dinyatakan sebagai nilai dasar dan penjabarannya sebagai nilai instrumental. Nilai dasar tidak berubah dan tidak boleh diubah lagi. Betapapun pentingnya nilai dasar yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 itu, sifatnya belum operasional. Artinya kita belum dapat menjabarkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Penjelasan UUD 1945 sendiri menunjuk adanya undang-undang sebagai pelaksanaan hukum dasar tertulis itu. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 itu memerlukan penjabaran lebih lanjut. Penjabaran itu sebagai arahan untuk kehidupan nyata. Penjabaran itu kemudian dinamakan Nilai Instrumental.

3.      Model
Model adalah rencana, representasi, atau deskripsi yang menjelaskan suatu objek, sistem, atau konsep, yang seringkali berupa penyederhanaan atau idealisasi. Bentuknya dapat berupa model fisik (maket, bentuk prototipe), model citra (gambar rancangan, citra komputer), atau rumusan matematis.

4.      Masalah yang diteliti/dikaji
Sebelum para ilmuan menyampaikan apa yang ia bicarakan sesuai pandangannya, mereka terlebih dahulu sudah meneliti masalah apa yang mereka ingin ketahui dan untuk mereka kaji setelahnya sampai saat mereka mendapatkan kesimpulan sesuai aktual.

5.      Konsep-konsep pokok(Teori)
Adalah susunan definisi,konsep, dan dalam menyajikan pandangan yang sistematis fenomena dengan menunjukkan hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya dengan maksud untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diberikan pengertian teori adalah pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa atau kejadian, azas dan hukum umum yang menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan, dan pendapat/cara/aturan untuk melakukan sesuatu.

6.      Metode penelitian
Metode Penelitian adalah tata cara bagaimana suatu penelitian akan dilaksanakan. Dalam metode penelitian ada yang harus di perhatikan, yakni data yang di miliki atau yang telah di teliti. Data ini harus berdasarkan fakta dan realita yang benar-benar terjadi.

7.      Metode analisis
Dari hasil penelitian akan dilakukan sebuah penguaraian atau penjabaran atas suatu pokok dari berbagai bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan.

8.      Hasil analisis
Ketika metode analisis sudah di lakukan, maka barulah di dapatkan hasil dari analisis tersebut.
Read more →

Penemu Saksofon Adolphe Sax Jadi Logo Google Doodle di Ulang Tahun ke 201

,
Jika kita lihat pada halaman depan google hari ini 6 November 2015, ada sebuah gambar logo yang unik dan keren hasil karya dari Google Doodle. Logo ini dimaksudkan untuk memperingati ulang tahun ke-201 dari Adolphe Sax, siapa kah Adolphe Sax itu?
Nama Asli Charles Joseph dan Antoine Joseph Sax Jika Anda Lihat di wikipedia ataupun Biography.com dia lahir pada tanggal 6 Nov1814 dan meninggal dunia 7 Februari 1894 Di Perancis pada umur 79 tahun karena penyakit kanker, Sax Merupakan Warganegara / kebangsaan Belgia Orang Pertama Yang menemukan alat musik tiup saxophone, saxotromba, saxhorn dan juga saxtuba.

Banyak Sejarawan Menulis Biografi Adolphe SAX Serta Rancangan Alat Musik Yang dibuat, Kabarnya Alat Musik Tiup itu Merupakan Inspirasi dari ayahnya charles Joseph Sax yang juga merupakan seorang musisi juga.

Penemuan ter-penting pertama dalam hidup Adolf  sax adalah pada tahun 1841 ketika umurnya beranjak masuk 24 tahun ia mendesain bass klarinet dan alatitupun langsung dipatenkan juga, selang tiga tahun kemudian "1844" alat ciptaanya dipamerkan dan publikpun langsung mengenal dia.

Selama hidup adolphe sax tidak pernah menikah dan memiliki anak, dan setelah kematian dia,alat musik yang di ciptakanya menjadi populer, apa lagi sekarang ada acara television yang sangat saya sukai sering menampilkan permainin dari saksofon ini apa lagi kalo bukan The Comment, aahh gak juga si! beraat.. beraat.. beraat.
Read more →

Pengertian Ilmu, Pengetahuan dan Bahasa

,
ILMU

Menurut bahasa, arti kata ilmu berasal dari bahasa Arab (ilm), bahasa Latin (science) yang berarti tahu atau mengetahui atau memahami. Sedangkan menurut istilah, ilmu adalah pengetahuan yang sistematis atau ilmiah. Perbedaan ilmu dan pengetahuan yaitu : Secara umum, Pengertian Ilmu merupakan kumpulan proses kegiatan terhadap suatu kondisi dengan menggunakan berbagai cara, alat, prosedur dan metode ilmiah lainnya guna menghasilkan pengetahuan ilmiah yang analisis, objektif, empiris, sistematis dan verifikatif. Sedangkan pengetahuan (knowledge ) merupakan kumpulan fakta yang meliputi bahan dasar dari suatu ilmu, sehingga pengetahuan belum bisa disebut sebagai ilmu, tetapi ilmu pasti merupakan pengetahuan. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pengertian Ilmu diartikan sebagai pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara sistematis menurut metode ilmiah tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan kondisi tertentu dalam bidang pengetahuan. Sedangkan  dalam Wikipedia Indonesia, Pengertian Ilmu/ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menemukan, menyelidiki dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai bentuk kenyataan dalam alam manusia.

FILSAFAT ILMU
Filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu (pengetahuan ilmiah). Ilmu merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri tertentu. Meskipun secara metodologis ilmu tidak membedakan antara ilmu-ilmu alam dengan ilmu-ilmu sosial, namun karena permasalahan-permasalahan teknis yang bersifat khas, maka filsafat ilmu ini sering dibagi menjadi filsafat ilmu-ilmu alam atau ilmu-ilmu sosial.
Filsafat ilmu merupakan telaahan secara filsafat yang ingin menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu seperti: Objek apa yang ditelaah ilmu? Bagaimana wujud yang hakiki dari obyek tersebut? Bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir, merasa dan mengindera) yang membuahkan pengetahuan? Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apakah kriterianya? Cara atau sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu? Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral?
Jika disimpulkan berbagai macam pertanyaan di atas maka yang pertama adalah persoalan-persoalan yang berkaitan dengan masalah ontologis. Kedua, masuk dalam wilayah kajian epistemologis. Sedangkan yang ketiga adalah problem aksiologis. Semua disiplin ilmu pasti mempunyai tiga landasan ini.
a.      Ontologi
“Secara terminologi, ontologi berasal dari bahasa Yunani yaitu on atau ontos yang berarti “ada” dan logos yang berarti “ilmu”. Sedangkan secara terminologi ontologi adalah ilmu tentang hakekat yang ada sebagai yang ada (The theory of being qua being). Sementara itu, Mulyadi Kartanegara menyatakan bahwa ontology diartikan sebagai ilmu tentang wujud sebagai wujud, terkadang disebut sebagai ilmu metafisiska. Metafisika disebut sebagai “induk semua ilmu” karena ia merupakan kunci untuk menelaah pertanyaan paling penting yang dihadapi oleh manusia dalam kehidupan, yakni berkenaan dengan hakikat wujud.Berbagai macam pandangan tentang Ontologi yaitu ; Monisme,Dualisme,Prulalisme,Nihilisme, dan Agnostisime.
b.      Epistemologi
Epistemologi merupakan tahapan berikutnya setelah pembahasan ontologi dalam filsafat. “Istilah epistemologi dipakai pertama kali oleh J.F. Feriere yang maksudnya untuk membedakan antara dua cabang filsafat, yaitu epistemologi dan ontologi (metafisika umum). Kalau dalam metafisika pertanyaannya adalah apa yang ada itu? Maka pertanyaan dasar dalam epistemologi adalah apa yang dapat saya ketahui?”
c.       Aksiologi
Aksiologi merupakan bagian dari  filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Aksiologi adalah istilah yang berasal dari bahasa Yunani  yaitu  axios yang artinya nilai dan logos artinya teori atau ilmu. Jadi aksiologi adalah teori tentang nilai dalam berbagai bentuk. Dalam kamus Bahasa Indonesia aksiologi adalah kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia tentang nilai-nilai khususnya etika. Menurut Bramel Aksiologi terbagi tiga bagian :
1.       Moral Conduct  yaitu tindakan moral, Bidang ini melahirkan disiplin khusus yaitu etika.
2.       Estetic expression yaitu ekspresi keindahan, bidang ini melahirkan keindahan
3.       Socio-politcal life  yaitu kehidupan social politik, yangakan melahirkan filsafat social politik.

PENGETAHUAN
Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsihipotesiskonsepteori,prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna.Dalam pengertian lain, pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut.Pengetahuan adalah informasi yang telah dikombinasikan dengan pemahaman dan potensi untuk menindaki; yang lantas melekat di benak seseorang. Pada umumnya, pengetahuan memiliki kemampuan prediktif terhadap sesuatu sebagai hasil pengenalan atas suatu pola. Manakala informasi dandata sekedar berkemampuan untuk menginformasikan atau bahkan menimbulkan kebingungan, maka pengetahuan berkemampuan untuk mengarahkan tindakan. Ini lah yang disebut potensi untuk menindaki.

GARIS BESAR ILMU DENGAN PENGETAHUAN
Pengetahuan adalah apa yang diketahui oleh manusia atau hasil pekerjaan manusia menjadi tahu. Pengetahuan itu merupakan milik atau isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses usaha manusia untuk tahu. Dalam perkembangannya pengetahuan manusia berdiferensiasi menjadi empat cabang utama, filsasat, ilmu, pengetahuan dan wawasan. Untuk melihat perbedaan antara empat cabang itu, saya berikan contohnya: Ilmu kalam (filsafat), Fiqih (ilmu), Sejarah Islam (pengetahuan), praktek Islam di Indonesia (wawasan). Bahasa, matematika, logika dan statistika merupakan pengetahuan yang disusun secara sistematis, tetapi keempatnya bukanlah ilmu. Keempatnya adalah alat ilmu.
Setiap ilmu (sains) adalah pengetahuan (knowledge), tetapi tidak setiap pengetahuan adalah ilmu. Ilmu adalah semacam pengetahuan yang telah disusun secara sistematis. Bagaimana cara menyusun kumpulan pengetahuan agar menjadi ilmu? Jawabnya pengetahuan itu harus dikandung dulu oleh filsafat , lalu dilahirkan, dibesarkan dan diasuh oleh matematika, logika, bahasa, statistika dan metode ilmiah. Maka seseorang yang ingin berilmu perlu memiliki pengetahuan yang banyak dan memiliki pengetahuan tentang logika, matematika, statistika dan bahasa. Kemudian pengetahuan yang banyak itu diolah oleh suatu metode tertentu. Metode itu ialah metode ilmiah. Pengetahuan tentang metode ilmiah diperlukan juga untuk menyusun pengetahuan-pengetahuan tersebut untuk menjadi ilmu dan menarik pengetahuan lain yang dibutuhkan untuk melengkapinya.
Untuk bepengetahuan seseorang cukup buka mata, buka telinga, pahami realitas, hafalkan, sampaikan. Adapun untuk berilmu, maka metodenya menjadi lebih serius. Tidak sekedar buka mata, buka telinga, pahami realitas, hafalkan, sampaikan, secara serampangan. Seseorang yang ingin berilmu, pertama kali ia harus membaca langkah terakhir manusia berilmu, menangkap masalah, membuat hipotesis berdasarkan pembacaan langkah terakhir manusia berilmu, kemudian mengadakan penelitian lapangan, membuat pembahasan secara kritis dan akhirnya barulah ia mencapai suatu ilmu. Ilmu yang ditemukannya sendiri.
Apa maksud “membaca langkah terakhir manusia berilmu” ? Postulat ilmu mengatakan bahwa ilmu itu tersusun tidak hanya secara sistematis, tetapi juga terakumulasi disepanjang sejarah manusia. Tidak ada manusia, bangsa apapun yang secara tiba-tiba meloncat mengembangkan suatu ilmu tanpa suatu dasar pengetahuan sebelumnya. Katakanlah bahwa sebelum abad renaisansi di Eropa, bangsa Eropa berada dalam kegelapan yang terpekat. Karena larut dalam filsafat skolastik yang mengekang ilmu dan peran gereja. Para ilmuwan dan para filsafat abda itu tentu memiliki guru-guru yang melakukan pembacaan terhadap mereka tentang sampai batas terakhir manusia berilmu di zaman itu. Ilmu kimia abad modern sekarang adalah berpijak pada ilmu kimia, katakanlah abad 10 masehi yang berada di tangan orang-orang Islam. Dan ilmu kimia di abad 10 masehi itu tentu bepijak pula pada ilmu kimia abad 3500 tahun sebelum masehi, katakanlah itu misalanya dari negri dan zaman firaun.
Jadi seseorang yang ingin berilmu manajemen, misalnya, maka ia harus mengumpulkan dulu pengetahuan-pengetahuan mnajemen yang telah disusun sampai hari kemarin oleh para ahli ilmu tersebut dan merentang terus kebelakang sampai zaman yang dapat dicapai oleh pengetahuan sejarah.
Cara praktis, cepat, kompatibel, kredibel, aksesibel, dan lain-lain bel positif lainnya, untuk berilmu ialah dengan sekolah formal, dari SD hingga S3. Beruntunglah kawan-kawan yang bisa meraih gelar sarjana. Gelar magister dan seterusnya. Memang sekalipun gelar sudah s3 tapi koq masih terasa haus juga terhadap ilmu. Itu karena ilmu yang ada pada dirinya sebenarnya barus sedikit dari khazanah ilmu yang pernah disusun manusia, sedang disusun, dan apalagi jika dibanding dengan ilmu di masa depan sampai haru kiamat nanti.

BAHASA
Sebagai alat komunikasi bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan orang lain. Bahasa adalah kunci pokok bagi kehidupan manusia di atas dunia ini, karena dengan bahasa orang bisa berinteraksi dengan sesamanya dan bahasa merupakan sumber daya bagi kehidupan bermasyarakat. Adapun bahasa dapat digunakan apabila saling memahami atau saling mengerti erat hubungannya dengan penggunaan sumber daya bahasa yang kita miliki.
Kita dapat memahami maksud dan tujuan orang lain berbahasa atau berbicara apabila kita mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan.

Referensi :
Read more →

Soal Elastisitas Harga

,
1. Pasa saat harga Rp. 5.000,00 per unit, jumlah barang yang ditawarkan 20 unit. Kemudian harga turun menjadi Rp. 4.500,00 perunit dan jumlah barang yang ditawarkan menjadi 10 unit. berdasarkan data tersebut besarnya koefisien elastisitas penawarannya adalah … 

Jawab :

Dari data diatas diketahui : 
P1 = 5.000 Q1 = 20 
P2 = 4.500 Q2 = 10 

Langkah pertama kita menentukan perubahan jumlah penawaran dan harga :
∆Q = Q2 -Q1 = 10-20 = -10 
∆P = 4.500 - 5.000 = -500 

Langkah selanjutnya, kita masukan data-data diatas kedalam rumus elastisitas :
Es = P1/Q1 . ∆Q/∆P 
Es = 5.000/20 . -10/-500 
Es = 5
“Nilai Es = 5 > 1, menunjukan penawaran elastis.”

2. Berikan uraian analisis untuk nilai koefisien elastisitas permintaan berikut : 
(a) ep = -5 ;
(b) ex.y = 2 ;
(c) eI = 0,4 ; 

Jawab :
  1. Ep = -5 maka setiap kenaikan harga 1% mengakibatkan penurunan permintaan sebesar 5%
  2. Ex.y = 2 maka kedua barang tersebut merupakan barang subtitusi yang artinya apabila harga naik 1% maka permintaan barang tersebut akan naik
  3. EI = 0,4 barang tersebut merupakan barang pokok atau barang normal karena jika terjadi kenaikan 1% pendapatan maka permintaan barang tersebut akan naik 0,4%

3. Permintaan sepeda motor mengalami peningkatan dari 100 unit menjadi 127 unit, sedangkan harga mobil rata-rata naik dari Rp80 juta menjadi Rp100 juta. Berapa nilai elastisitas silang antara mobil dengan sepeda motor dan bagaimana hubungan kedua barang tersebut ? 
 
“Karena elastisitas silang bernilai positif atau E > 0 , maka dapat disimpulkan bahwa hubungan mobil dan sepeda motor bersifat substitutif (atau saling menggantikan).”
Read more →